Bawang Merah Bima Brebes Sukses Dipanen di Kota Jayapura
Jayapura, 24 Juni 2026 — Upaya menghadirkan benih bawang merah yang adaptif dengan kondisi Papua terus diperkuat. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua melaksanakan panen bawang merah varietas Bima Brebes di Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.
Panen ini menjadi bagian dari kegiatan penangkaran benih sumber bawang merah spesifik lokasi Papua. Kegiatan tersebut melibatkan tim BRMP Papua bersama petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), sebagai bentuk kolaborasi dalam mendorong pengembangan hortikultura yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakter wilayah setempat.
Kegiatan penangkaran ini tidak hanya berhenti pada proses budidaya, tetapi juga menjadi bagian dari pengamatan lapangan untuk melihat kemampuan adaptasi varietas Bima Brebes di lingkungan Papua. Sejak tanam perdana pada 28 April 2026, pertumbuhan tanaman terus dipantau oleh tim BRMP Papua bersama petani dan PPL. Setelah melalui masa pertumbuhan selama sekitar 57 hari setelah tanam (HST), bawang merah kemudian dipanen pada 24 Juni 2026.
Keputusan panen tersebut didasarkan pada hasil peninjauan lapangan pada 22 Juni 2026. Dari hasil pengamatan, pertanaman bawang merah menunjukkan perkembangan yang baik dan telah memasuki fase masak fisiologis. Secara visual, tanda-tanda siap panen terlihat cukup jelas, di antaranya sekitar 60 hingga 80 persen daun telah rebah, menguning, dan mulai mengering.
Selain itu, umbi yang terbentuk di bedengan tampak padat dan berisi. Kulit luar umbi juga mulai mengering serta memunculkan warna merah keunguan, yang menjadi ciri khas bawang merah matang secara sempurna.
Setelah dipanen, bawang merah langsung melalui proses pengeringan dengan cara dijemur di atas para-para kayu. Tahapan penanganan pascapanen ini sangat penting dilakukan untuk mengeringkan daun, menurunkan kadar air pada umbi, serta memastikan leher batang mengecil dan menutup rapat guna membentengi umbi dari infeksi penyakit.
Selain memperkuat kulit luar pelindung untuk meminimalkan penyusutan bobot, pengeringan yang optimal juga efektif menekan risiko pembusukan dan mencegah pertumbuhan tunas dini selama penyimpanan. Pengeringan yang baik inilah yang menjaga mutu fisik serta fisiologis umbi agar lebih tahan simpan dan tetap layak digunakan sebagai benih sumber bermutu tinggi.
Melalui kegiatan ini, BRMP Papua terus mendorong penerapan teknologi pertanian yang dekat dengan kebutuhan petani. Penangkaran benih sumber bawang merah spesifik lokasi diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat ketersediaan benih bermutu, sekaligus membuka peluang pengembangan bawang merah secara lebih berkelanjutan di Papua.